Selasa, 23 Desember 2008

Bendera partai

Sekarang ini di mana-mana bertebar lambang-lambang partai. Dalam perjalanan ke luar kota, sering kita melihat pemandangan yang indah menjadi terpolusi oleh maraknya bendera2 yang tak beraturan terpancang di seluruh jalan dan bahkan beberapa tiang posisinya condong yang dapat mencelakakan pengguna jalan.
Memang, orang dan partai sering kepengin dikenal orang.Baik tokoh politik baru partai yang baru lahir atau yang kurang dikenal. Seperti halnya dalam dunia iklan produk, pengenalan kepada konsumen harus dilakukan berulang-ulang atau terus menerus. Orang lalu mengenal dan ingin tahu lebih banyak tentang kelebihan produk itu. Demikian pula dengan iklan tokoh atau partai politik. Meskipun akhirnya khalayak tahu bagus mana sih image yang nampak dengan kenyataan alias kinerjanya?
Ada yang lebih menggelikan kita, di suatu kampung tak satu pun merasa telah memasang bendera partai tertentu. Disamping tidak ada kaitan simpati kenal atau bahkan tidak suka dengan partai bersangkutan, tapi pagi2 di sekitar rumah sudah berkibar bendera2 asing. Wah ana bendera Landa! Ini adalah ekspresi rasa keterasingan warga atas kehadiran benda asing itu.
Hendaknya orang-orang partai kalo pengin mendapat simpati ya tentunya perbuatan maupun tingkah lakunya baik di parlemen atau di lingkungannya,ya harus dapat dicontoh. Syukur-syukur suka menolong, membantu wong cilik, ga korupsi ga asal bohong dan ambil kesempatan sekedar dapat uang, apalagi uang ga bener. Masya Allah!
Biarlah bendera berkibar hati masyarakat, diam tapi riuh dalam dukungan moril!
Wallahualam!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar